E-learning, Jangan Sampai Pemanfaatannya Hanya Setengah-setengah

Sejak booming sekitar lebih kurang 4 tahun yang lalu di dunia pendidikan Indonesia, media pembelajaran online yang lebih sering disebut dengan E-learning itu pertama – tama telah mulai menjamah dunia perkuliahan, dunianya para mahasiswa. Mulai dari proses digitalisasi modul-modul kuliah, tugas-tugas kuliah, pengarsipan skripsi atau tugas akhir dan pembangunan sarana prasarana E-learning sampai dengan berbagai macam program dan kebijaksanaan terhadap media pembelajaran online tersebut. Dan semua itu merupakan langkah awal dunia pendidikan Indonesia untuk berubah dari konsep pendidikan konvensional menuju ke konsep edukasi digital.

E-learning cukup berkembang sangat pesat karena didukung dengan melesatnya kemajuan teknologi dalam bidang IT sehingga sangat menunjang untuk optimalisasi E-learning. Sehingga muncul banyak sekali situs-situs elearning baik dalam kawasan kampus, maupun situs swasta yang memang mendedikasikan diri untuk e-learning seperti www.ilmukomputer.com telah lama menjadi salah satu pelopor dalam penyedia content dari elearning dalam bidang keahlian computer.Dalam dunia kampus  misalnya share.its.ac.id, scele.cs.ui.edu, elearning.ti.ubaya.ac.id, elearning.gunadarma.ac.id dan masih banyak lagi kampus-kampus negeri dan swasta diindonesia yang mempunyai media E-learning tersebut.

Pertama kali muncul, memang mayoritas bidang ilmu yang disajikan adalah komputer . Sehingga akhirnya hanyalah orang-orang yang bergelut dengan programming,database, networking lah yang mayoritas memanfaatkan media ini. Dan bidang ilmu lain, terkadang masih banyak yang memakai metode konvensional.

Memang benar, elearning sangat erat kaitanya dengan computer dan internet. Dan karena akses internet di Indonesia ini masih belum seperti Negara-negara maju, maka hal ini juga berpangaruh terhadap perkembangan elearning di Indonesia.

Tetapi dengan kemunculan berbagai situs elearning, menurut pengamatan saya selama ini,  masih banyak  situs – situs yang masih belum optimal dalam pemanfaatan media elearning. Dalam hal ini mungkin banyak sekali situs-situs yang memanfaatkan moodle CMS untuk membangun situs berbasis pembelajaran online.

Dalam moodle, banyak sekali fasilitas yang dimiliki dan yang bisa dikembangkan. Moodle merupakan open source dan freeware sehingga fitur dan aplikasinya bisa disesuaikan dengan yang dibutuhkan. Fasilitas yang disajikan moodle antara lain adalah ujian online, latihan ujian, streaming video tutorial, modul-modul interaktif dan lain-lain serta juga bisa ditambahkan sendiri untuk aplikasi yang diinginkan.

Sehingga tidak ada alasan lagi untuk kekurangan media dalam penyampaian elearning. Karena fasilitas yang diberikan oleh aplikasi-aplikasi elearning secara default sudah sangat cukup.

Tetapi sampai saat ini masih banyak dijumpai situs-situs elearning yang hanya memberikan fasilitas download modul saja seperti pdf dan ppt. Fasilitas Ujian online, latihan ujian, dan lain sebagainya masih belum digunakan. Sehingga untuk mengoptimalkan fungsi pembelajaran online akan sulit diwujudkan jika terus seperti itu.

Selain itu pula, kemarin waktu berkunjung di daerah Bojonegoro sempat wawancara dengan seorang penjaga warnet, rachma namanya. Seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Surabaya yang lagi liburan dan mengisi waktu luangnya untuk berjaga di warnet. Saat itu dia dikerumuni oleh beberapa siswa dengan pakaian abu-abu putih dan bebarapa orang berpakaian bebas. Yang membuat bingung, karena mereka masuk di warnet tapi tidak ngenet.

Saat itu aku tanya , mereka itu sedang apa. Rachma menjawab, kalau mereka sedang minta bantuannya untuk mencarikan modul plus tugas-tugas yang diberikan oleh guru atau dosennya untuk dicarikan di internet. Mereka tidak tahu situs yang akan dikunjungi dan sang guru atau dosen juga tidak memberikan referensi secara jelas.

Mungkin memang dari gurunya akan mengira, kenapa tidak di googling saja. Itu kan mudah. Jadi saat mendapat tugas yang mungkin lumayan berat tersebut, sosialisasi dan pembelajarannya masih kurang. Kalau menyebut soal ini, lagi-lagi akan kembali pada permasalahan kurangnya pendidikan IT. Dan memang, elearning sangat identik dengan dunia IT dan tidak mungkin terpisahkan. Jadi tidak mungkin elearning akan berlaku optimal jika ITnya saja masih terbelakang.

Jadi mungkin ada sedikit saran agar elearning  menjadi sebuah media utama dalam pembelajaran baik mengenai computer, bahasa, ilmu eksak, dan lain-lain.

Untuk setiap penyedia layanan elearning, marilah kita optimalkan layanan kita sehingga, aplikasi tidak monoton, dan jika sampai aplikasi itu monoton maka tidak ada bedanya dengan system pendidikan konvensional. Banyak sekali forum-forum untuk saling berbagi ilmu untuk mendevelop sebuah aplikasi elearning yang mantab dan interaktif, jika banyak yang memakai moodle, sekarang telah muncul forum dalam bahasa Indonesia, http://moodle.org/course/view.php?id=40 .

Moodle paling banyak digunakan karena bisa di modifikasi sesuai kebutuhan. Mungkin selain itu juga banyak yang lagi aplikasi – aplikasi yang bisa digunakan.

Selain mendevelop sesempurna mungkin aplikasi elearning kita, sosialisasi ke sasaran (peserta didik) juga harus selalu digalakkan. Dan harus bisa merubah cara berpikir mereka dari yang konvensional menjadi konsep berpikir digital. Jadi mereka juga harus menggunakan media elearning misalnya untuk ujian, latihan soal dan lain-lain. Sehingga mereka akan terbiasa dengan dengan metode pembelajaran online ini dan sekaligus meningkatkan skill IT mereka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: